Senin, 22 Agustus 2011

Panduan merakit komputer bagi pemula

Saat ini sparepart komputer sudah banyak tersedia di pasaran, dengan kualitas dan harga yang beranekaragam. Kita dapat menentukan jenis komponen, merk maupun kualitas sesuai dengan keinginan kita.
Tahap-tahap dalam perakitan komputer kita kelompokkan menjadi 4 tahap, antara lain:
A. PERSIAPAN
B. PERAKITAN
C. PENGUJIAN
D. PEMECAHAN MASALAH

A. PERSIAPAN

Persiapan yang baik akan memudahkan kita dalam merakit komputer. Hal ini dapat menghindari permasalahan yang mungkin timbul. Persiapan yang baik meliputi:
1. Persiapan komponen dan perlengkapan.
2. Penentuan konfigurasi komputer
3. Pengamanan
4. Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Persiapan Komponen dan Perlengkapan, meliputi: komponen komputer, kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya, buku manual & referensi dari komponen serta alat bantu berupa obeng plus & minus.
Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkaitan dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita. Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
Pengamanan
Tindakan pengamanan sangat diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen akibat muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan. Pencegahan kerusakan karena listrik statis dapat dilakukan dengan cara:
  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh komponen elektronik secara langsung, konektor atau jalur rangkaian. Kita hanya boleh memegang bagian plastik (isolator) yang terdapat pada komponen.
Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengetahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang akan dirakit. Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver perangkat, serta program aplikasi yang akan diinstal pada komputer.
B. PERAKITAN
Tahap proses perakitan komputer meliputi:
1. Penyiapan Motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang Heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. Memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang Card Adapter
10. Penyelesaian Akhir
1. Penyiapan motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor

Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.
Cara memasang processor jenis socket

  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.
Cara memasang processor jenis Slot
  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard.
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak.
  3. Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink. Agar pemindahan panas dapat maksimal maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gel penghantar panas. Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul. Cara memasang untuk tiap jenis modul memori adalah sebagai berikut.
Cara memasang modul memory jenis SIMM
  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot.
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
Cara memasang modul jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM terletak pada posisi lekukan.
  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot.
  2. Sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.
5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekrup dan dudukan (stand-off). Cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard.
  4. Pasang sekrup pengunci pada setiap dudukan logam.
  5. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  6. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekrup.
6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya adalah sebagai berikut:
  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekrup pengunci.
  2. Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan berdampingan dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan/kipas (jika memakai fan untuk pendingin CPU).
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang pada casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard.
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekrup pengunci plat tertutup lubang port lalu masukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekrup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8. Memasang Drive

Cara memasang Hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD hampir sama, caranya adalah sebagai berikut:
  1. Copot plat penutup drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan casing dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekrup di drive dan casing lalu pasang sekrup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke dua drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
  9. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
9. Memasang Card Adapter

Secara umum Card adapter yang dipasang meliputi video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter adalah sebagai berikut:
  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard.
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing.
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card (jika ada).
10. Penyelesaian Akhir
  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. Sambungkan kabel dari catu daya ke soket.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau port serial (tergantung jenis mouse).
  5. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. (Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port).
C. PENGUJIAN
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara pengujian dengan program BIOS adalah sebagai berikut:
  1. Hidupkan Monitor & CPU. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. Tekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa pengaturan mungkin harus dirubah nilainya terutama Jenis VGA dan Boot Sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem Operasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
D. PEMECAHAN MASALAH

Permasalahan yang sering terjadi dalam perakitan komputer antara lain:
  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot
  3. LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus, hal ini disebabkan karena kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum terhubung dengan benar (posisinya terbalik).
*** SEMOGA BERMANFAAT ***

3 komentar:

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Terimaksih pak sudah memerikan info tentang Cara Merakit, Memperbaiki dan Merawat Komputer saya berharap semua orang bisa membaca artikel ini, agar mereka juga mndapatkan manfaat dan ilmu dari blog ini.

Thanks Bro..., semoga menjadi amal ibadah bwt ente..., lam kenal

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More